Senin, 01 Juni 2026

Ruangan itu...

 Dulu terasa ramai penuh riuh didalamnya, nuansa sejuk penuh keteduhan meski terkadang kegelisahan ikut serta, sebersit kegelisahan yang tiada arti karna hangatnya suasana didalam sana. Lalu terlalui tanpa terhitung masa dengan terasa, terjalani begitu cepat dan penuh dengan tawa pada sudutnya, meski sesekali tangis namun dapat terhapus dengan mudahnya. Kala itu terasa aman dan nyaman sebagai tempat teduh nan sementara, sementara itu telah disadari dari awal namun memilih untuk sementara terlena tanpa tahu dimana akhir titiknya. Ruangan itu penuh kejutan dan ketidakmungkinan yang menjadi mungkin, ketidaklogisan dan kepenolakan yang menjadi terjalani, entah sebuah kutukan atau sebuah rentetan peristiwa yang harus dilalui. Sesaat keangkuhan itu menolak ruangan itu.. namun ternyata perlahan tapi pasti semua terlihat dan terjalani dengan nyata. Goresan-goresan dalam ruangan itu menjadi tumpukan yang entah kapan terkikisnya....

Waktu berjalan dengan tanpa batasan detik yang nyata, ruangan itu makin menunjukkan keusangannya.. perubahan pergeseran sebuah kedudukan membuat yang mulanya hangat membuat berdebu dan makin terlihat tak terpelihara... meski sesekali dirawat tapi entah mengapa sudah berbeda akan suasana ruangan itu.. tak lagi nyaman melindungi insan didalamnya, tak lagi membuat kerasan meski sesekali ketika teringat ramahnya ruangan itu dulu begitu seperti rumah...

Mungkin ini akhir dari cerita sebuah ruangan yang hangat namun sekarang telah usang, mungkin ini waktu yang harus dilalui jika ruangan itu kelak berfungsi seperti dulu lagi. Tiada yang mengerti akan rencana perjalanan waktu untuk ruangan itu... akan termanfaatkan sebagaimana mestinya atau akan terbengkalai terkatung karna usang nan tak berguna... 

Setiap sudut memiliki cerita pada masanya, dan sekarang hanya sudut itu yang mengerti indah dan hangatnya cerita, untuk saat ini mungkin terbengkalai, mungkin berdebu tebal, mungkin terasa sesak, mungkin terasa pengap. Entah pada masa detik kapan semua akan kembali, atau akan berguna sebagai fungsi yang baru... 

Pada akhirnya terimakasih untuk ruangan itu, setidaknya telah mengukirkan warna, telah memberikan hangat, dan telah menggoreskan cerita tercipta. meski sekarang kau tiada berguna, tapi setidaknya kau dulu sangat berguna dan hangat. mungkin saat ini harus berhenti namun percayalah di depan akan ada waktu dan fungsi yang indah untuk melihat manfaat dan nyoman dari ruangan itu kembali...

Senin, 04 Mei 2026

Persembunyian Kepalsuan

 Ini merupakan sebagian dari dendam dan kekesalan atas ketidakadilan yang tak sempat terungkap. Malah urung dan harus diurungkan. Dalam masa yang bisa penuh lantang bersuara, ini harus menjadi bisu dengan terpaan angin menghilang diantari rerumputan. Ketimpangan ini terus terasa menyesak didada, atau mungkin kurang adanya sikap lapang dada? Penerimaan kenapa tanyaku yang harus tercekat dengannya. Kenapa tak juga mereka turut serta. Menyimpan tawa dalam semak persembunyian, apakah dikata aku tak bisa melihat dengan sangat jelasnya? Berfikirlah dengan sadar dan jelas tiada guna kau mengendap-endap dengan senyap. Gerikmu lantang terpampang bak pajangan disetiap sudut perjalanan. Pikiranku enggan mencerna karena amarah bergurah adanya, Ketidaksepadanan ini kelak kau akan rasai, ketidaksesuaian ini bukan hanyaku yang mencicipi. Keadaan ini membuatku tak lega hati, sangat merasa terbohongi namun enggan membenci. Sampai disudut manapun ku hanya duduk dan melihat, kuteruskan melihat sampai mana senyap itu kau usahakan tutup rapat. Kepameran yang dipertontonkan dari lain pihak yang membawa berita membuat meradang. Sedikit ku jengah dan banyak muak yang coba kutelan atas ini semua. Ku anggap semua ini kepalsuan semata, hanya hati yang terus berambisi mengatakan ini murni, namun logika membawa bahwa ini sebuah kamuflase belaka. Tiada yang bisa memperdayai janji diatas pasir, yang pudar dengan tiupan angin, yang hilang dengan sapuan ombak, bahkan tergerus meski hanya dibiarkan saja. Seluruhnya ini hanya pelintasan sementara, yang mudah terlewatkan dan yang mudah terlupakan tanpa perhitungan. Salah jika anggapan ini merupakan pemberhentian dan tujuan, semua terlihat tidak relevan dengan segala kejadian. Ingin kumaki mengeluarkan sumpalan umpatan yang tercekat dan tertahan, ingin kubariskan rapi sumpah serapah penuh sampah, namun lagi-lagi hanya bisa tertelan. Ingin tak terlihat dan tak terlibat kembali, ingin menutup rapat episode dendam tak terlaksana ini. ingin lupa dan sama sekali hilang tak berbekas. Agarku bisa yakin bahwa ini semua sekedar bualan kosong. Ratapan drama yang menghabiskan sesi tanpa pernah ada cerita nyata didalaminya. Pertunjukan melankolis penuh melodi yang kukira indah nada dan petikannya. Semua sampah. Segala penat ini akhirnya membuncah, ketidakberadaan dan kepengecutanmu makin membuatku ingin memuntahkan segalanya. Kepura-puraan terbungkus dalam kepedulian dan penuh salah artian. Nikmati apa yang kau miliki dengan persembunyian dariku, kecapi indahnya dengan kesenyapan itu, sama sekali tak berniat ingin ku peduli, jadilah berani jangan hanya menari dengan bersembunyi. 04052026

Minggu, 26 April 2026

History Terbungkam

 Jalanan ini terasa familiar ketika pertama melewati, 

Pernah singgah mungkin tetapi entah kapan

Seolah enggan melintas dengan suasananya

Namun antrean kendaraan mendesak melintas

Keadaan yang membuat tak putar arah

Suasana yang membuat menikmati melintas

Jauh dan semakin jauh menikmati jalanan ini

Terbuai dengan yang tersaji dalam pandangan mata

Kadang hilang arah tujuan, 

Kadang ingin singgah meski tujuan salah

Romansa Jalanan yang membuai waktu

Bak kilat yang datang sekejap

Bersinar yang hanya sekelip

Tiada tenang ketika sadar ini berbeda arah

Sekala kompromi diucap agar tetap pada tujuan

Perjalanan yang menyenangkan walau dipaksakan

Tidak tenang namun tak rela untuk putar halaman

Kesepakatan yang berasa berat

Dilakukan dengan penuh kebimbangan

Terdiam sejenak terpaku pada jalan

Merenung dan tertinggal kenangan 

Meratap dan sekedar menatap

Dan akhirnya kembali berjalan

Pada ujung kesepakatan ini 

Masih terselip harapan yang tak pasti

Bagaimana tentang menjalani

Atau sekedar memakai insting hati

Menelusuri tapakan jalan tanpa henti

Dengan harapan dan arah tak pasti

Di ujung perjalanan ini

Suatu saat nanti ingin ku temui

Apa yang sebenarnya berada takdir diri

Dengan penuh harap yang menderap

Ingin ku mendapati jalan familiar ini kembali

Dengan hati yang tenang dan menelusuri

Pada jalur yang telah ditentukan 

Sesuai dengan arah dan tujuan

Tiada yang tersakiti dan semesta mengamini



27042026