Ini merupakan sebagian dari dendam dan kekesalan atas ketidakadilan yang tak sempat terungkap. Malah urung dan harus diurungkan. Dalam masa yang bisa penuh lantang bersuara, ini harus menjadi bisu dengan terpaan angin menghilang diantari rerumputan. Ketimpangan ini terus terasa menyesak didada, atau mungkin kurang adanya sikap lapang dada? Penerimaan kenapa tanyaku yang harus tercekat dengannya. Kenapa tak juga mereka turut serta. Menyimpan tawa dalam semak persembunyian, apakah dikata aku tak bisa melihat dengan sangat jelasnya? Berfikirlah dengan sadar dan jelas tiada guna kau mengendap-endap dengan senyap. Gerikmu lantang terpampang bak pajangan disetiap sudut perjalanan. Pikiranku enggan mencerna karena amarah bergurah adanya, Ketidaksepadanan ini kelak kau akan rasai, ketidaksesuaian ini bukan hanyaku yang mencicipi. Keadaan ini membuatku tak lega hati, sangat merasa terbohongi namun enggan membenci. Sampai disudut manapun ku hanya duduk dan melihat, kuteruskan melihat sampai mana senyap itu kau usahakan tutup rapat. Kepameran yang dipertontonkan dari lain pihak yang membawa berita membuat meradang. Sedikit ku jengah dan banyak muak yang coba kutelan atas ini semua. Ku anggap semua ini kepalsuan semata, hanya hati yang terus berambisi mengatakan ini murni, namun logika membawa bahwa ini sebuah kamuflase belaka. Tiada yang bisa memperdayai janji diatas pasir, yang pudar dengan tiupan angin, yang hilang dengan sapuan ombak, bahkan tergerus meski hanya dibiarkan saja. Seluruhnya ini hanya pelintasan sementara, yang mudah terlewatkan dan yang mudah terlupakan tanpa perhitungan. Salah jika anggapan ini merupakan pemberhentian dan tujuan, semua terlihat tidak relevan dengan segala kejadian. Ingin kumaki mengeluarkan sumpalan umpatan yang tercekat dan tertahan, ingin kubariskan rapi sumpah serapah penuh sampah, namun lagi-lagi hanya bisa tertelan. Ingin tak terlihat dan tak terlibat kembali, ingin menutup rapat episode dendam tak terlaksana ini. ingin lupa dan sama sekali hilang tak berbekas. Agarku bisa yakin bahwa ini semua sekedar bualan kosong. Ratapan drama yang menghabiskan sesi tanpa pernah ada cerita nyata didalaminya. Pertunjukan melankolis penuh melodi yang kukira indah nada dan petikannya. Semua sampah. Segala penat ini akhirnya membuncah, ketidakberadaan dan kepengecutanmu makin membuatku ingin memuntahkan segalanya. Kepura-puraan terbungkus dalam kepedulian dan penuh salah artian. Nikmati apa yang kau miliki dengan persembunyian dariku, kecapi indahnya dengan kesenyapan itu, sama sekali tak berniat ingin ku peduli, jadilah berani jangan hanya menari dengan bersembunyi. 04052026