Senin, 04 Mei 2026

Persembunyian Kepalsuan

 Ini merupakan sebagian dari dendam dan kekesalan atas ketidakadilan yang tak sempat terungkap. Malah urung dan harus diurungkan. Dalam masa yang bisa penuh lantang bersuara, ini harus menjadi bisu dengan terpaan angin menghilang diantari rerumputan. Ketimpangan ini terus terasa menyesak didada, atau mungkin kurang adanya sikap lapang dada? Penerimaan kenapa tanyaku yang harus tercekat dengannya. Kenapa tak juga mereka turut serta. Menyimpan tawa dalam semak persembunyian, apakah dikata aku tak bisa melihat dengan sangat jelasnya? Berfikirlah dengan sadar dan jelas tiada guna kau mengendap-endap dengan senyap. Gerikmu lantang terpampang bak pajangan disetiap sudut perjalanan. Pikiranku enggan mencerna karena amarah bergurah adanya, Ketidaksepadanan ini kelak kau akan rasai, ketidaksesuaian ini bukan hanyaku yang mencicipi. Keadaan ini membuatku tak lega hati, sangat merasa terbohongi namun enggan membenci. Sampai disudut manapun ku hanya duduk dan melihat, kuteruskan melihat sampai mana senyap itu kau usahakan tutup rapat. Kepameran yang dipertontonkan dari lain pihak yang membawa berita membuat meradang. Sedikit ku jengah dan banyak muak yang coba kutelan atas ini semua. Ku anggap semua ini kepalsuan semata, hanya hati yang terus berambisi mengatakan ini murni, namun logika membawa bahwa ini sebuah kamuflase belaka. Tiada yang bisa memperdayai janji diatas pasir, yang pudar dengan tiupan angin, yang hilang dengan sapuan ombak, bahkan tergerus meski hanya dibiarkan saja. Seluruhnya ini hanya pelintasan sementara, yang mudah terlewatkan dan yang mudah terlupakan tanpa perhitungan. Salah jika anggapan ini merupakan pemberhentian dan tujuan, semua terlihat tidak relevan dengan segala kejadian. Ingin kumaki mengeluarkan sumpalan umpatan yang tercekat dan tertahan, ingin kubariskan rapi sumpah serapah penuh sampah, namun lagi-lagi hanya bisa tertelan. Ingin tak terlihat dan tak terlibat kembali, ingin menutup rapat episode dendam tak terlaksana ini. ingin lupa dan sama sekali hilang tak berbekas. Agarku bisa yakin bahwa ini semua sekedar bualan kosong. Ratapan drama yang menghabiskan sesi tanpa pernah ada cerita nyata didalaminya. Pertunjukan melankolis penuh melodi yang kukira indah nada dan petikannya. Semua sampah. Segala penat ini akhirnya membuncah, ketidakberadaan dan kepengecutanmu makin membuatku ingin memuntahkan segalanya. Kepura-puraan terbungkus dalam kepedulian dan penuh salah artian. Nikmati apa yang kau miliki dengan persembunyian dariku, kecapi indahnya dengan kesenyapan itu, sama sekali tak berniat ingin ku peduli, jadilah berani jangan hanya menari dengan bersembunyi. 04052026

Minggu, 26 April 2026

History Terbungkam

 Jalanan ini terasa familiar ketika pertama melewati, 

Pernah singgah mungkin tetapi entah kapan

Seolah enggan melintas dengan suasananya

Namun antrean kendaraan mendesak melintas

Keadaan yang membuat tak putar arah

Suasana yang membuat menikmati melintas

Jauh dan semakin jauh menikmati jalanan ini

Terbuai dengan yang tersaji dalam pandangan mata

Kadang hilang arah tujuan, 

Kadang ingin singgah meski tujuan salah

Romansa Jalanan yang membuai waktu

Bak kilat yang datang sekejap

Bersinar yang hanya sekelip

Tiada tenang ketika sadar ini berbeda arah

Sekala kompromi diucap agar tetap pada tujuan

Perjalanan yang menyenangkan walau dipaksakan

Tidak tenang namun tak rela untuk putar halaman

Kesepakatan yang berasa berat

Dilakukan dengan penuh kebimbangan

Terdiam sejenak terpaku pada jalan

Merenung dan tertinggal kenangan 

Meratap dan sekedar menatap

Dan akhirnya kembali berjalan

Pada ujung kesepakatan ini 

Masih terselip harapan yang tak pasti

Bagaimana tentang menjalani

Atau sekedar memakai insting hati

Menelusuri tapakan jalan tanpa henti

Dengan harapan dan arah tak pasti

Di ujung perjalanan ini

Suatu saat nanti ingin ku temui

Apa yang sebenarnya berada takdir diri

Dengan penuh harap yang menderap

Ingin ku mendapati jalan familiar ini kembali

Dengan hati yang tenang dan menelusuri

Pada jalur yang telah ditentukan 

Sesuai dengan arah dan tujuan

Tiada yang tersakiti dan semesta mengamini



27042026





Jumat, 05 Juli 2024

Bahagia?

Tujuan hidup bahagia ternyata ada salahnya
Karena setiap untaian waktu terlampau sibuk untuk memiliki bahagia
Bahagia yang semestinya dirasa dan dinikmati menjadi sebuah hal yang harus dicari
Sehingga lupa untuk menikmati dan tak kunjung dapat rasa apa itu bahagia
Sewajarnya bahagia dirasa pada saat ini, detik ini dan proses ini
Bukan ketika dihulu kita ingin hilir dan sebaliknya
Tetapi itulah yang akan terasa pabila hidup hanya mencari bahagia
Makin direguk makin haus dan  jauh dari puas
Seperti menikmati regukan air laut yang semakin membuat dahaga

Bahagia bermula dari hati sendiri, tak menggantungkan pada orang lain
Tak menaruh asa harap dan ekspektasi apapun dibumi
cukup jalani dan nikmati masa yang dilalui
Setiap detiknya, setiap jengkal perjalanannya, dan setiap untaian nafasnya
Memandang kebelakang sebagai momen pengingat sekedarnya
memandang jauh kedepan sebaai momen perintis cita cita sekedarnya
yang terpenting memandang tepat didepan mata
apakah saatnya berbelok, memberi gas maupun memberi rem

Hentikan melihat tolok ukur bahagia orang lain
karena takaran kebahagiaan setiap individu berbeda
ada yang bahagia dengan menjalankan hobinya
ada yang bahagia dengan uangnya
dan ada pula bahagia dengan bisa memberikan kasihsayangnya
setiap cara manusia berbeda dalam mengekspresikan bahagianya

Bernafaslah dengan lega meski tak seindah yang kamu mau
kecap dan nikmati yang ada meski tak seperti yang kau ingin
karena kita manusia biasa, kita hanya bisa memiliki ingin
kita hanya memiliki cita, namun pencapaian tidak selalu dalam bentuk kesesuaian keinginan

Menangislah dan merasa sakitlah sampai puas
sampai luka-luka itu sembuh mengering dan tiada artinya lagi
sampai luka-luka mu memberikan goresan pelajaran untukmu
sampai luka-luka mu memberikan pengingat saat lupamu

Setiap makhluk memiliki kesulitan masing-masing
setiap hamba memiliki keletihan masing-masing
dan setiap insan memiliki kejengahan masing-masing
namun mereka memiliki 2 pilihan yang sama, menyerah atau berjuang

Bahagia sejatinya selalu ada dihati
bahagia sejatinya tidak emana-mana
Hanya saja mungkin sekarang dia sedang bersembunyi
Bukan hilang atau habis, hanya butuh waktu tepat untuk dia hadir 
Hanya butuh masa dimana dia nyaman untuk kembali


Kamis, 30 November 2023

Salah

 

Aku yang salah telah menempatkanmu terlalu dalam

Padahal aku pun tahu tempatku tidak sedalam itu disana

Aku yang salah berkata tidak mengharapkan apapun namun dari delik terdalam memiliki ingin

Padahal aku pun tahu kau tak dapat memberikan apapun

Aku yang salah berjuang untuk sesuatu yang ku tahu ini tak bermakna dan sia-sia

Padahal aku pun tahu aku kan terluka dan mungkin hanya aku yang terluka

Aku yang salah tidak dapat menghentikan hati ini sendiri

Padahal aku pun tahu cepat atau lambat semua akan berhenti

Aku yang salah telah menyakiti hati sendiri

Padahal aku pun tahu ini akan sangat sakit namun enggan menghindari

Aku yang salah tidak dapat bijak dan dewasa dalam menghadapi ini

Padahal aku pun tahu ini butuh ketegasan

Jumat, 14 Juli 2023

Mind Bonding

Selayaknya kisah dongeng dengan lompatan-lompatan angan yang berkecamuk dalam pikiran itu membentuk sebuah kehidupan dan phrase dengan bahasanya sendiri. Memiliki kisah dan alurnya sendiri sebatas angan dan semaksimal keinginan hati yang dihidupkan dalam cerita semu tersendiri. Alur cerita serta kisah bermain layaknya anak kecil yang memiliki dan mengontrol dunianya. Terpisah dengan dunia nyata yang dihadapi, terpisah dengan sebuah ketetapan hakiki. Bersenang-senang dan nyaman dalam dunia permainan pikiran tanpa beban, berlari-lari dalam dunia impian tanpa sebuah beban dan aturan. Kebahagiaan? apakah sesemu itu kebahagiaan?  lenyap dan muncul dalam sekejap. Semudah switch yang berpindah antara on dan off. Tanpa rasa hanya ilusi, demikian yang diharapkan. Bisakah?

Meski skenario indah dalam pikiran yang hanya diijinkan sekedar dalam pikiran, dan nyata ini berbeda dengan semu itu, namun seuntai membran sel tetap mengirimkan lintas nyata dan semu. Terselip harap dan ingin yang seharusnya dalam dimensi mimpi. Raga tetaplah raga nyata. Seolah mengulangi diskripsi yang berusaha disimpan untuk tetap terpendam. Hanyakah dongeng satu yang bertemu dongeng yang lain dam membentuk alur bersamaan. Yang indah dibaca dan dipertontonkan dalam dongeng. Akankah menjadi janggal dan asing dalam nyata?

Sekedar dongeng dengan hati terpeluk tenang, merasakan satu dua peristiwa seolah kebetulan dan angan namun nyata. sekedar raga haus yang terbuai nyaman, tiada alasan dan tiada sebab.. hanya tenang dan nyaman sesaat. benarkah sesaat? Dongeng yang tak harus didiskripsikan dalam untaian syair, namun mengalir bersama deru darah dan hela nafas. Hanya diriku sajakah?

Kupertanyakan cerita dongeng-dongeng ini dalam benak yang berkecambuk. Kisah-kisah nyata yang membatasi dunia dengan cerita pada hati nyata penuh luka. Sekelibat cerita dongeng yang mampu membantu menyembuhkan irisan luka, ya seperti itu harapnya. entah suatu saat akan menjadi pedang tajam yang memperparah menghujam ataukah selamanya menjadi kasa lembut pembalut luka..

Dengan mata dan hati teduh  menikmati dongeng dalam pikiran, setidaknya saat ini luka berangsur sembuh dengan dongeng itu, membelai dan merengkuh penuh kasih. meski hanya sekedar cerita meski hanya sekedar ilusi. namun diri berkata bahwa hati tak hanya menganggap ini ilusi. ini nyata namun tak dapat berbuat apa, ini bisa menjadi kisah pilu perih, atau bisa menjadi kisah membersamai perjalanan saling menguatkan... 

Rabu, 25 Januari 2023

Nyaman?

Pikiran, rasa dan hati memberikan pendapat masing-masing
Untaian kata tak bermakna bagi insan lain, bisa menjadi mutiara pada insan lainnya
Rasa bermain dengan hati yang perlu rasionalisasi
Mungkin kelakar mungkin pengingat..
Pikiran harus ikut turun membagi makna

Biar deras hati menangis
Biar pilu rasa tanpa asa
Salah siapa tidak hanya pikiran saja
Salah siapa semua ikut berpendapat?

Kecewa ada karena ekspektasi yang tinggi
Sakit ada karena menganggap berlebih
Keluarga atau rasa keluarga benarkah ada
Mengatasnamakan kasta tertinggi dan membuat pilu hati
Sedahaga itu dengan rasa nyaman

Seleksi rasa yang ketat membuat seperti dalam tempurung
Membuat terpuruk melindungi rasa
Namun dahaga nyaman memaksa mencari dan mencari
Berharap bukan mendapatkan hasil yang salah..
Merasa mendapat yang tepat
dan segores saja menjadi sangat perih

Penyesuaian ini yang tak dipunya
belajar dan belajar terus belajar
sudah cukup sayatan tak mau luka
sudah cukup goresan tak mau perih
nyatanya semakin menghindar semakin penuh dan semakin sakit

Rasa hanya ingin aman dan rasa hanya ingin nyaman
salahnya dimana tempatnya..
salahnya dimana seharusnya..
seperti ingin hilang rasa

Selasa, 16 November 2021

Apa?


Setiap aliran oksigen dalam darah, membawa penuh keinginan. Ingin yang pada kodratnya bisa menjadi tidak bisa. Ketentuan bisa yang kalah dengan tumpuan satu dan lainnya. Kalah yang menghasilkan sebuah peristiwa. Peristiwa yang dengan pasrah kita sebut kodrat. Apakah seperti ini namanya kodrat itu. 

Bukan kali pertama kodrat, diatas kodrat ini terjadi. Berdamai, berserah dan tanpa berkeinginan lagi. Namun oksigen masih mengalir dalam darah. Perjuangan yang harus berdiri kembali tanpa lelah. Namun sayang hati telah lelah dengan kalah. Namun sayang diri enggan dengan pengkhianatan. Bukan, bukan pengkhianatan namun pengingkaran dan kecurangan.

Seolah mempertanyakan pada mentari yang menyengat kulit. apakah sinarnya dapat menghangati hati para pengingkar. apakah sinarnya dapat meluluhkan kecongkakan dengan ketulusan. apakah sinarnya dapat menyadarkan hati agar menyadari dimana letak seharusnya. Letak yang bijak, letak yang adil dan letak yang demokrasi.

Air mata enggan menangisi hal demikian. Hati mencengkeram dan terasa sakit. Sakit yang tak bisa membalas, Sakit sekedar mengupat. sakit sekedar sesumbar dan menyumpah. yang pada akhirnya hati menyadari untuk apa melakukan segala hal tak berguna itu.

Dendam tak ada dendam. sebatas kecewa tanpa batas. seperti permainan bulu tangkis. menangkis semua fakta kesana kemari. menjadikan hati linglung dan bingung. menjadikan hati dibodohi. menjadikan hati tak berdaya dan melihat. pada nyata hati tahu hal sebenar terjadi. tiada berdaya hanya kecewa.

Berharap mentari membawa harapan baru. berharap mentari membawa kesempatan baru. atau berharap mentari menyaksikan keadilan baru. keadilan? milik siapa? untuk siapa?